Desain feeds ig untuk website 4 RS Buah Hati Ciputat

Mengenal Lupus

Lupus atau lupus eritematosus adalah penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan peradangan di beberapa bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, hingga otak. Lupus bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering dialami oleh wanita. Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari infeksi atau cedera. Namun, saat seseorang mengalami penyakit autoimun, seperti lupus, sistem imun justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Lupus memiliki beberapa jenis, yaitu SLE (systemic lupus erythematosus), cutaneus lupus (lupus pada kulit), drug induced lupus (lupus akibat obat), dan neonatal lupus.

Penyebab Lupus

Penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Kombinasi dari faktor genetik dan lingkungan sering dikaitkan dengan terjadinya lupus. Beberapa pemicu dari munculnya gejala lupus adalah paparan sinar matahari, penyakit infeksi, atau obat-obatan tertentu. Risiko terjadinya lupus juga meningkat jika seseorang berjenis kelamin wanita, berusia 15–45 tahun, dan memiliki anggota keluarga dengan penyakit lupus. Perlu diingat, lupus bukanlah penyakit menular.

Gejala Lupus

Lupus dapat menyebabkan peradangan di berbagai organ dan bagian tubuh. Hal ini menyebabkan gejala lupus bisa sangat beragam dan berbeda antara satu penderita dengan penderita lain. Meski demikian, terdapat sejumlah umum yang bisa terjadi, yaitu:

  • Nyeri dan kaku sendi
  • Ruam di kulit, sering terjadi di pipi dan hidung
  • Kelelahan yang tidak diketahui sebabnya
  • Kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
  • Penurunan berat badan
  • Demam tanpa sebab yang jelas
  • Pucat pada jari tangan atau jari kaki
  • Sariawan

Fakta lupus yang jarang diketahui

1.    Lupus adalah penyakit kronis autoimun
Lupus adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada jaringan ikat dan dapat merusak beberapa organ. Lupus terjadi ketika ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh dan kemudian menyerang tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sendi, kulit, paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem saraf, dan sel-sel darah.
2.    Lupus memiliki berbagai macam jenis
Penyakit lupus terbagi dalam beberapa jenis, yaitu:
  • Lupus Eritematosus Sistemik, jenis lupus paling umum yang menyerang sendi dan organ
  • Discoid lupus, yang menyerang kulit sehingga menyebabkan ruam di kulit tidak mau hilang
  • Lupus akibat penggunaan obat
  • Neonatal lupus, menyerang bayi yang baru lahir
  • Subacute cutaneous lupus erythematosus, menyebabkan kulit yang terekspose sinar matahari terasa sakit
3.    90 persen pasien lupus adalah wanita
  • Penyakit ini paling sering menyerang wanita, bahkan wanita 10 kali berisiko mengalami lupus dibanding pria. Paling sering, lupus berkembang pada orang berusia 18 sampai 45 tahun. Meskipun lupus paling umum terjadi pada wanita, hal ini juga dapat mempengaruhi pria dan anak-anak, serta orang-orang dari segala usia. Selain itu, wanita hamil juga akan lebih rentan terkena lupus. Jika lupus terjadi saat hamil, hati-hati, kesehatan ibu dan janin bisa saja terganggu, terlebih apabila tidak ditangani dengan cepat.

Pengobatan Lupus

Lupus tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk meredakan keluhan, mencegah munculnya gejala, dan menghambat perkembangan penyakit. Pengobatan akan dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pemberian obat-obatan, penerapan pola hidup sehat, dan pengelolaan stres dengan cara yang positif.  

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Share
Tweet
Share