Mikropenis

Mikropenis

Banyak orang tua takut dan mengeluh burung si buyung lebih kecil dari teman seusianya. Dahulu masalah burung yang kecil ini adalah suatu hal yang tabu untuk dibahas. Namun dengan perubahan zaman dan informasi yang lebih terbuka, sejumlah orangtua menggap ini menyangkut masa depan anak. Anggapan semacam ini boleh jadi muncul karena bagi laki-laki, burung yang normal merupakan suatu faktor yang sangat penting.

Pengertian Mikropenis

Dalam bahasa kedokteran biasa disebut dengan mikropenis. Mikro berarti kecil dan penis adalah alat kelamin luar laki-laki. Alat kelamin yang kecil sering membuat anak menjadi minder. Namun banyak juga anggapan salah, menyatakan bahwa ukuran yang besar merupakan keperkasaan, karena ukuran penis yang normal harus sesuai dengan umur dan ras. Terapi dilakukan bila ukuran penis – 2SD (minus 2 standar deviasi) dari ukuran normal.

Ada banyak pertanyaan timbul dari orang tua, yaitu sebagai berikut:

Apakah berhubungan dengan kegemukan?

Perhatikan, kadang anak yang gemuk akan terlihat relatif penis lebih kecil. Penis menghilang dalam perut, karena lemak perut yang lebih tebal, sehingga saat dilihat penis terbenam lemak disekitar pangkal penisnya. Padahal bila diukur secara benar, penis tersebut mungkin saja normal.

Bagaimana cara memeriksanya?

Langkah awal bila curiga mikropenis, tidurkan anak pada posisi terlentang, dalam keadaan rileks, (santai dan tidak kaku). Bila dalam pengukuran terdapat ereksi (penis membesar) pemeriksaan harus diulang.pengukuran dari pangkal penis sampai ujung penis dengan penis ditarik. Bila salah mengukur akan terkesan banyaknya anak yang terlihat mikropenis.

Apakah ada kelainan?

Tak kalah penting juga harus diperhatikan apakah bentuk penis normal atau tidak. Apakah saluran kencingnya berada diujung penis atau dibawah penis, disebut hipospadia. Perhatikan pula kantung zakar (skrotum) apakah ada buah zakar (testis), bila buah zakar tidak turun disebut undesenden testis (UDT). Dalam dunia kedokteran sering ditemukan kasus mikropenis disertai dengan kelainan yang lain. Bila ditemukan mikropenis dengan kelainan yang lain, harus ditentukan dahulu apakah dia laki-laki dengan mikropenis, dan hipospadia serta UDT, atau anak perempuan dengan pembesaran klitoris, dengan penutupan celah vagina. Dalam beberapa kasus ditemukan kesulitan menetukan jenis kelamin karena gangguan hormon dan kromosom, sehingga terdapat gangguan pembentukan alat kelamin. Dalam kasus tersebut tentu pananganan akan beda dengan penangan bila anak hanya mikropenis.

Apakah dapat diperbesar?

Biasanya penanganan dilakukan kasus per kasus, pada dasarnya penanganan yang benar, harus ditentukan dahulu penyebab dari mikropenis. Harus diingat bahwa terapi mikropenis terbaik sebelum usia pubertas, karena bila dilakukan diusia remaja dan dewasa hasilnya kurang bagus.

Gambar oleh: freepik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Share
Tweet
Share